Sunday, March 28, 2010

Ajanta Group working on e-car for India: Zindabad!!!

The Ajanta Group, which already sells electric scooters in India under the Oreva brand, claims it will soon launch its electric car in the country. Though technical details are not available at this time, Rakesh Nathwani, Oreva’s national marketing head, claims that the car will be able to run 200-250km on one full battery charge.

It is ironic that Tata Motors have finally chosen Sanand village in Gujarat where the Nano will be made, because the Oreva electric car – which is also expected to be priced at around Rs one lakh – will also be made at Morbi, in Gujarat. Ajanta/Oreva already manufacture their e-scooters at their facility in Morbi, and will also launch their e-car from the same factory.







More

Saturday, March 27, 2010

Signalauto.net ready to support "mobnas project"

In their release in "mobnas" facebook, signalauto.net express their support and readiness to take part in the building of "mobnas project".

signalauto.net or SIGNAL KUSTOM BUILT was found in Bandung, Indonesia. Opened in 2005, They became the leader in auto modification and custom painting in town. They had rebuilt and won many contest cars, especially well known by the extreme transformation of ‘97 Panther Pick Up into Hummer H2 SUT. With their product quality, team creativity, and variety of design, they could transform any vehicle into a unique work of art.

More

Thursday, March 25, 2010

Ternyata Jerman Melalui Mercedes Pernah Menyuap Damri: Saatnya Indonesia Memakai Bus Lokal

Perusahaan Daimler, yang membuat mobil dan bus Mercedes, terungkap pernah menyuap pejabat BUMN di Perum Damri. Namun, Kementerian BUMN menjamin pengadaan bus setelah tahun 2005 bebas dari suap.

Penyuapan Daimler di Indonesia adalah bagian dari kasus penyuapan besar-besaran pabrik Mercedes itu di 22 negara yang diungkap oleh US Department of Justice (Depkum HAM AS). Daimler kini menghadapi tuntutan di AS atas praktek penyuapan yang diungkap Depkum HAM AS.

Penyuapan ini untuk melancarkan tender pengadaan mobil, bus atau truk Mercedes dengan pemerintah setempat. Nah, di Indonesia, yang kebagian uang suap Daimler adalah Perum Damri yang menerima US$ 41.000. Uang itu untuk keanggotaan golf, hadiah perkawinan dan bentuk penyuapan lain untuk pejabat terkait.

"Saya yakin kalau pengadaannya tahun 2006 ke atas, tidak ada pejabat BUMN yang terlibat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (25/3/2010).

Menurut dia, Kementerian BUMN baru dibentuk tahun 2005. Perum Damri sebelum itu berada di bawah Kementerian Perhubungan.

"Saya sudah cek itu (suap Mercedes), tapi saya nggak tahu kapan pengadaannya. Tapi saya yakin itu sebelum ada Kementerian BUMN," jelas Said.

Memang, data dari Depkum HAM AS tidak menyebutkan tahun proyek pengadaan bus Damri yang menggandeng Mercedes. Depkum HAM AS hanya menyebutkan rentang waktu kejadian penyuapan di 22 negara itu pada 1998-2008.

"Saya juga nggak tahu persis orangnya (pejabat Damri) masih menjabat atau tidak sekarang ini," pungkasnya.

Sementara itu Dirut Perum Damri, Iwitjara Adjie, belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Dia tidak merespons saat dihubungi beberapa kali lewat ponselnya.

Wednesday, March 24, 2010

Tata Motors to introduce Air Car

India's largest automaker Tata Motors is set to start producing the world’s first commercial air-powered vehicle. The Air Car, developed by ex-Formula One engineer Guy Nègre for Luxembourg-based MDI, uses compressed air, as opposed to the gas-and-oxygen explosions of internal-combustion models, to push its engine’s pistons.

Mari Merancang Mobil Supersport Sendiri

Bagi sebagian besar masyarakat, tentu sulit memiliki mobil supersport seperti Ferrari atau Lamborghini. Tapi, rasa penasaran itu bisa terobati dengan situs interaktif yang disiapkan oleh produsen mobil supersport asal Swedia, Koenigsegg, sebagai sarana hiburan.

Mobil yang ditampilkan merupakan model terbaru, yakni Koenigsegg Agera 2011, yang baru dipamerkan dalam ajang Geneva Motor Show awal tahun ini. Melalui situs resminya, pabrikan menyediakan "peralatan" desain bagi semua pengakses yang ingin menciptakan Agera versinya masing-masing.

Beberapa pilihan disediakan mulai dari bentuk dan warna velg, termasuk sentuhan detail warna lain, seperti Sparkling Topaz dan Emerald Green. Selain itu, juga terdapat tiga pilihan model sayap belakang kendaraan, antara lain F1 Double Wing dan Top Gear. Masuk ke dalam interior, juga disediakan pilihan untuk menunjukkan sentuhan pribadi, terdapat 10 pilihan warna dan fitur gadget seperti konektivitas USB dan satelit navigasi bisa aplikasikan.

Di dunia nyata, dapur pacu mobil mengusung mesin 4,7 liter V8 dengan tenaga maksimum 898 dk @ 6.850 rpm dan torsi 1.100 Nm @ 5.100 rpm. Bobot Agera tercatat 1.290 kilogram dan memiliki akselerasi 0-100 km/jam dalam 3,1 detik dan mencapai 200 km/jam dalam 8,9 detik. Kecepatan maksimum bisa mencapai 390 km/jam.

Fitur standar lainnya adalah dual airbags, hardtop dengan atap kaca, power window, sayap belakang, kemudi yang bisa disesuaikan, rem karbon keramik dengan fitur Sport ABS, hydraulic lifting system, power steering, dan tambahan sabuk pengaman 4-titik.

Untuk peranti digital, beberapa fitur, seperti Satnav, MP3 player, koneksi USB, kontrol iklim, sistem peringatan dan info digital, alarm, indikator elektronik ban, kunci dari bahan perak, bahan kulit untuk karpet, tempat penyimpanan, tas, hingga kudung mobil.

Mobindo: Produsen Bus Nasional

Gabungan beberapa karoseri nasional mengembangkan perakitan sasis bus buatan dalam negeri yang diberi nama Mobindo (Mobil Indonesia).

Rencananya Mobindo mulai diproduksi pada bulan Oktober 2009 dengan investasi awal hingga US$ 10 juta.

Direktur Utama PT Mekar Armada Jaya (New Armada) David Herman Jaya mengatakan Mobindo dikembangkan oleh 5 pemegang saham utama antara lain Adi Putro, Armada Jaya, Dongpung, Honda dan Askarindo.

"Produksi awal kami akan produksi 500-1000 unit sasis bus per tahun," katanya saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Kamis malam (13/8/2009).

Rencananya Mobindo akan memproduksi jenis sasis bus untuk ukuran 9 meter keatas dengan target pasar metromini untuk wilayah pedesaan.

"Produksinya untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri," katanya.

Dikatakannya selama ini produk sasis banyak diimpor dari luar negeri. Sehingga dengan adanya produk sasis Mobindo kebutuhan sasis bus bisa depenuhi dari dalam negeri meskipun dalam jumlah terbatas.

"Kita akan maksimalkan komponen lokal semua, tujuanya kita lokal," jelasnya.

David menambahkan total kebutuhan mobil komersial termasuk bus per tahunnya mencapai 65.000-70.000 unit per tahun. Sampai saat ini total perusahaan karoseri di tanah air mencapai 400 perusahaan, dengan tenaga kerja sekitar 40.000-50.000 orang.

Tuesday, March 23, 2010

Pelan Tapi Pasti, Mobnas Akan Terwujudkan

Usaha menciptakan mobil Indonesia dengan harga terjangkau terus berlanjut. Riset menjadi unggulan nasional.

Pagi itu, 18 September 2003, langit di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, terlihat cerah. LIK, yang berdiri sejak 1982 di atas lahan lebih dari 9 hektare, mulai terlihat denyutnya. Ramai dengan suara mesin las, bubut dan gergaji yang menderu. Suara riuh ini seakan menyambut pencanangan proyek kerja sama produksi dan pemanfaatan engine multiguna antara PT Surya Pantura, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Kabupaten Tegal, yang ditandatangani pada hari yang sama.

Berbeda dengan proyek mobil nasional (Mobnas) -diputuskan melalui Inpres No. 2/1996- yang mengimpor langsung produknya dari Korea Selatan, dalam rencananya kali ini, Kamsi Ranosaputro, Direktur Utama PT Surya Pantura, tidak muluk-muluk. Ia ingin melibatkan industri hulu sampai hilir yang ada di Tegal dengan melibatkan ratusan pengusaha kecil yang tergabung dalam Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru melalui cluster system. Menurut Dinas Perindutrian Perdagangan dan Tenaga Kerja. Kab. Tegal, 2.761 perajin logam akan terserap dalam proyek ini. Rancang bangun mesinnya 100% dikerjakan oleh putra Indonesia. Produknya berupa mobil angkutan ekonomis yang terjangkau bagi dunia usaha. Bekerja sama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Kamsi menjagokan mesin aluminium mulitiguna 500cc.

Mesin ini dirancang oleh nama yang tak asing lagi di industri otomotif nasional, Suparto Soejatmo, Presiden Direktur PT Indo Tekno Mandiri (ITM). Mantan Direktur Utama PT Timor Distribusi Nasional ini memperoleh bantuan dari DR. Utama H. Padmadinata, Director For Material Technology Center, BPPT dan tim. ITM telah menghasilkan sejumlah mesin yang beberapa di antaranya sudah diproduksi masal.

Mobil Indonesia

Dalam wawancara dengan BusinessWeek Indonesia bulan lalu, Suparto bersemangat mewujudkan proyek ini guna menghadirkan mobil yang bisa dibeli oleh masyarakat. “Mobil Indonesia”, demikian Suparto menyebutnya. Mesin 500cc sengaja dipilihnya,”Supaya tidak head on dengan saudara-saudara tua kita,” tuturnya. Di Indonesia saat ini belum ada mobil yang bermain di kelas 500cc. Pesaing terdekatnya adalah Daihatsu Ceria 600 cc. “Tapi itu di Malaysia. 600cc versi yang paling murah, di sini mereka tidak masuk,” ujar Suparto. Selain cc yang rendah, desain mobil juga dibuat serbaguna. “Sehingga selain bisa untuk mobil penumpang, mobil ini juga bisa dipakai untuk mengangkut produk-produk pertanian,” tuturnya.

Kemampuan Suparto untuk merancang bangun mesin tidak lagi diragukan. Ia sudah merancang 4 buah mesin, diantaranya adalah mesin 1 silinder disel horizontal—yang sudah menjadi prototype dan diproduksi untuk alat pertanian oleh PT Nefa, di Tegal—mesin disel 1600cc dan 1300cc 4 silinder Indirect Injection (IDI) dan mesin disel 5 silinder 2500cc Direct Injection, twin cam, 4 valve yang dilengkapi turbo intercooler, serta mesin motor bensin 2 silinder 500 cc, yang sekarang menjadi proyek unggulan RUSNAS (Riset Unggulan Strategis Nasional) BPPT. “Dengan blok yang sama, mesin itu bisa menjadi mesin disel dengan perubahan yang sangat minor, dan bisa double, ke gas dan bensin,” ujar Suparto.

Kerjasama Suparto dengan BPPT dimulai pada 2001. Saat itu Suparto diundang BPPT untuk menghadiri satu seminar mengenai riset material. Di sana Ia bertemu DR. Utama, Direktur Teknologi Material BPPT. Proyek mesin aluminium yang dikerjakannya mendapat dukungan dari material yang kebetulan telah dikaji BPPT. Posisinya sebagai salah satu Ketua Jaringan Usaha Mandiri Indonesia (JUMI) kemudian membawanya bertemu dengan Menristek Hatta Rajasa dan membuat proyek ini menjadi Riset Unggulan Nasional (RUSNAS).

Menurut Utama, dalam wawancara dengan BusinessWeek Indonesia, program RUSNAS yang dimulai pada 2002 merupakan bentuk dari misi BPPT menjadi agen pembangunan dan mitra terpercaya bagi industri di bidang teknologi. Proses merancang mesin dan membuat prototype engine pertama, telah selesai Desember, 2003. “Kalau dilihat dari siklus mesin, kita tidak mulai dari nol,” ujarnya, karena itu, setelah proses rancang bangun mesin dari PT ITM jadi, “BPPT punya kewajiban untuk mewujudkannya,” tambahnya lagi. Dari prototype pertama, menurut Utama, akan dilakukan modifikasi dan pengujian di Balai Teknologi Thermodinamika Motor dan Propulsi. Pengujian ini meliputi simulasi beban, tanjakan, turunan dan emisi. Setelah itu baru diuji jalan. “Kita sudah ada satu MOU dengan Kancil, yang sekarang menggunakan mesin dari Jepang,” ujarnya.


Rp2,5 miliar

Kementrian Riset dan Teknologi bertanggung jawab atas dana program RUSNAS ini. Pada 2002 BPPT dan ITM telah memperoleh bantuan sebesar Rp500 juta, ditambah Rp1 miliar pada 2003.. Tahun ini, BPPT berencana mengajukan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembuatan prototype tahap ke-2. Dana ini menurut Utama tinggal menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Anggaran, Departemen Keuangan.

Masalah pendanaan ini pula yang jadi keluhan Suparto. ITM mengajukan dana Rp1,5 milyar untuk rancang bangun prototype kedua,. “Kalau anggarannya ditekan, produksinya akan jelek,” ujar Suparto. Biaya terbesar ada di pengadaan peranti lunak asli yang seharga $70 ribu. Menurut DR. I Nyoman Jujur, Material Engineer, BPPT, apabila dana tersedia, diharapkan target uji tahun ini bisa terlaksana. “Selanjutnya kita akan membuat kira-kira 10 prototipe lagi,” tutur Nyoman. Pada Oktober tahun ini, BPPT akan mencoba mengganti penggunaan bahan bakar bensin dengan bahan bakar gas. “Kita juga mencoba mengganti karburator menjadi injection untuk mengantisipasi aturan pemerintah pada 2005,” tuturnya.

BPPT menargetkan konten lokal di atas 90%. Dengan kondisi ini, menurut Utama, proyek ini bisa bermanfaat bagi industri komponen di Tanah Air dan menciptakan lapangan kerja. “Itulah tujuan utama BPPT, sehingga IPTEK benar-benar bisa teraplikasi ke masyarakat,” ujarnya. Untuk mewujudkannya butuh waktu yang panjang. “Secara bertahap bisa 10 tahun,” ujar Suparto. Ketika mesin sudah jadi semua lalu tergantung pada investor seperti Kamsi. “BPPT bukan investor, mereka membantu kita. Kalau tidak ada BPPT pun kita jalan, tapi pelan-pelan,” ujar Suparto. Dengan adanya BPPT dan RUSNAS proyek ini diharapkan lebih cepat terlaksana.

Kuncinya ada di niat politik pemerintah. Menurut Suparto, harus ada komitmen bersama dari pihak-pihak terkait, termasuk lembaga internasional supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Kita tidak akan minta proteksi. Tapi pemerintah bisa bilang ke WTO untuk mobil 500cc, pajaknya sekian,” ujarnya. Suparto juga tidak takut bersaing. “Saya siap diadu, kalau mesin saya jelek, masak ada orang Iran datang ke saya, juga orang Turki dan China?” tambahnya lagi. Rancang bangun mesin PT ITM, menurut Suparto, selalu memakai standar internasional. “Tapi ada yang saya rubah sehingga cocok dengan iklim yang ada disini,” ujarnya. Mesin 1240 cc, yang dulu dipesan untuk Timor—dan rencananya menjadi proptotype mobil nasional—kini telah jadi dalam bentuk satu unit mobil utuh dan sudah digunakan.

Dari sisi investor, Kamsi menyatakan siap. Walau tidak menyebut angka, PT Surya Pantura menurut Kamsi sudah mengalokasikan dana untuk memproduksi 5000 unit mesin per tahun. Kegiatan pabrikasi untuk proyek otomotif ini, menurut Kamsi, sudah dipersiapkan sejak November tahun lalu dan rencananya dimulai pada Juni tahun ini. Dari sketsa yang diperoleh BusinessWeek Indonesia, mobil ini akan dibuat dengan berbagai varian seperti sedan, pick up, dari mulai yang sederhana hingga yang mewah. Model awal rencananya akan dijual dengan harga di bawah Rp30 juta. Dengan disertai sertifikasi dari BPPT, Deperindag dan Departemen Perhubungan, mobil ini siap mengisi ceruk pasar mobil murah di Indonesia—demi mewujudkan sebuah mimpi, “Mobil Indonesia”.

“ Harus Jadi Prioritas ”
Soehari Sargo, Pengamat Otomotif, tanggal 27 Januari di Jakarta

Ada rencana membuat mobil nasional 500 cc. Apakah bisa bersaing?

Sebetulnya, kebutuhan Indonesia begitu besar, dari Jaguar di kota besar sampai yang paling sederhana di pelosok-pelosok. Jadi peluang pasarnya ada, karena kalau kita lihat di daerah-daerah, daya belinya sangat rendah dan juga kondisi infrastruktur masih sangat sederhana. Yang penting, pola transportasi atau pola penggunaan kendaraan berbeda dengan yang ada di kota-kota. Kalau di desa, mereka menggunakan kendaraan tidak hanya untuk pribadi tapi juga untuk mengangkut barang. Masuk ke sawah-sawah. Sehingga, akan sangat bermanfaat kalau ada kendaraan yang membantu dalam kelas harga maupun dalam fungsinya. Sebagai contoh di Jepang. Waktu Jepang baru selesai perang, ada kendaraan-kendaraan kecil, bahkan bemo, seperti Mazda kotak dsb. Demikian juga di India dan Thailand. Jadi kalau dilihat dari situ, seharusnya peluang pasarnya ada.

Apakah tidak akan bersaing dengan mobil sejenis yang cc-nya sama, yang akan datang dari Cina?

Itu juga menarik untuk dilihat. Namun untuk sementara ini, nampaknya belum ada. Pemain-pemain ini lebih banyak memperhatikan segmen sedan yang di atas 1500cc, itu satu. Yang kedua, China misalnya, sekarang lebih banyak memperhatikan pasar dalam negerinya yang sudah mencapai 4 juta dalam setahun. Walaupun daya beli masyarakat China masih agak rendah, permintaan begitu besar. Pemain-pemain otomotif dunia juga tidak meminati yang (cc-nya) kecil-kecil ini.

Apakah program ini membutuhkan proteksi dan dukungan penuh dari pemerintah?

Saya melihatnya bukan proteksi seperti yang berlaku dulu, tapi lebih pada pengembangan pasar. Misalnya, KUD dan usaha kecil mendapat fasilitas yang lebih baik untuk memiliki kendaraan. Kalau fasilitas dari sisi perpajakan saya kira itu sudah karena semua diproduksi di dalam negeri. Ada sebagian kecil yang diimpor tapi bea masuknya rendah. Sebentar lagi pasti nol dan karena itu tidak akan terkena pajak barang mewah hanya PPN saja. Jadi dalam konsep seperti itulah yang dimaksudkan sebagai proteksi. Kalau saya mengatakannya prioritas.

Bagaimana political will dari pemerintah karena ini sekarang ‘kan menjadi RUSNAS?

Yang masih ditunggu adalah kesinambungan dari program RUSNAS sampai ke kebijakan industri dan perdagangannya. Nah, ini yang belum. Itu urusannya kabinet.

Kalau melihat daya beli masyakarat, mobil dengan harga berapa yang mampu terserap oleh pasar?

Sekarang kalau dilihat pasarnya, kira-kira 70% penjualan ada di Jabotabek dengan harga rata-rata antara Rp150-200 juta. Artinya, masyarakat tipikal di Jabotabek sudah mampu membeli mobil dengan harga tersebut. Dan kalau kita lihat dari GDP regional, ada daerah yang kaya dan daerah yang terbelakang. Kalau harganya antara Rp100-150 juta, pasarnya terbatas di daerah yang sudah maju atau di kota-kota besar. Sementara di daerah-daerah, saya yakin mereka kurang tertarik. Kalau harganya bisa di bawah Rp50 juta saya rasa akan sangat kompetitif.

Ada kemungkinan bersaing dengan produsen lain seperti dengan Daihatsu Ceria yang 800cc?

Itu teknologinya beda. Kalau yang murah (teknologinya) masih sangat sederhana, tidak pakai karburator, tidak pakai AC, dan bodinya juga disederhanakan. Sejauh itu manfaat proyek ini harus didukung karena dulu ada Maleo. Yang menentukan nanti adalah pasar. Sekarang, bagaimana menumbuhkan pasar dengan memberi prioritas dan pengarahan-pengarahan.

Spesifikasi Mesin “Mobil Indonesia”

Tipe mesin: Bensin 4 langkah, 2 silinder SOHC, 2 valves

Total kapasitas silinder: 485 cc

Bore X Stroke: 65,5 mm X 72 mm

Rasio kompresi: 9:1

Tenaga maksimal: 23 kW (31 HP)/4000 rpm

Torsi maksimal: 55 Nm/3000 rpm

Putaran mesin (Rpm) maksimal: 6000 rpm

Langsam (idle speed): 700 rpm

Klep masuk (intake valve): 31,8 mm

Klep pembuangan (exhaust valve): 27 mm

Bahan baku blok silinder: AI (AC4B)

Bahan baku kepala silinder: Al (AC4B)

Sistem pendingin: Air

Sistem pengapian: CDI Distributor Less

Sistem bahan bakar: Karburator (pompa bahan bakar elektris)

Kapasitas oli: 3 liter

Monday, March 22, 2010

Mobnas Boneo Akan Jadi Mobil Impian

Asianusa di facebook mereka meluncurkan sebuah produk mobnas anyar yang bakal mengisis kekosongan pada segmen mobil impian Indonesia. PT Boneo Daya Utamma, produsen Boneo, meluncurkan beberap tipe dengan variasi warna yang sangat menarik.

i-MiEV Jadi Taksi di Tokyo

Jika Anda pergi ke Tokyo sekarang, dan ingin naik taksi, kini ada pilihan taksi listrik. Setidaknya jika Anda sedang berada di distrik Otemachi, Marunouchi atau Yurakucho siang hari.

Adalah perusahaan Hinomaru Pramutamu yang kini menggunakan Mitsubishi i MiEV untuk armadanya, membuatnya menjadi yang pertama di Jepang yang menggunakan kendaraan listrik untuk disewakan.

Seperti dilansir Autoblog, Senin (22/3/2010) tarifnya juga tidak berbeda dengan perusahaan taksi lainnya, yaitu 710 Yen untuk 2 km pertama, dengan area lokal dan informasi pusat-pusat wisata.

Tidak hanya sekedar ramah lingkungan, kenyamanan pelanggan pun sangat diperhatikan, dengan menggunakan sopir wanita, serta penyajian minyak aromatik yang menyenangkan untuk membantu Anda rileks di dalam kabin.

Diberi nama The Zero Taxi Service, i MiEV taksi ini akan secara resmi diluncurkan hari Kamis minggu ini, di gedung Mitsubishi di Marunouchi, dimana nantinya media diberikan kesempatan menjajal taksi listrik ini gratis.

Di Tokyo, i MiEV akan mendampingi mobil ramah lingkungan lainnya seperti Prius yang menjadi armada taksi.

Thursday, March 18, 2010

LIPI Lebih Memilih BUMN Untuk Produksi Massal Mobil Hybrid Made in Indonesia

Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI) berharap ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik pada mobil hibrida garapan LIPI dan berniat untuk memproduksi mobil itu secara masal.

LIPI sendiri selama ini sudah bekerja keras untuk membuat mobil konsep yang ramah lingkungan dan juga hemat dalam penggunaan bahan bakar sejak 2005 hingga saat ini proses pengembang terus dilakukan.

Hal itu diungkapkan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman di Bandung.

"ATPM mobil tentu susah karena mereka sudah concern pada produknya. Nah yang kita harapkan ada BUMN yang tertarik memproduksi massal mobil tersebut," ujar Syahrul.

Kenyataan itu tentu berat bagi LIPI, sebab persaingan mobil di zaman sekarang tentu ketat karena setiap produsen mobil dituntut untuk menciptakan mobil yang layak.

Menanggapi hal itu Syahrul menyatakan kesiapannya untuk membuat mobi tersebut bersaing dengan mobil hibrida lainnya.

"Kita tentu siap bersaing dengan yang lain," yakinnya.

Sebelumnya LIPI telah berhasil mengembangkan mobil konversi listrik dari sasis Toyota Kijang.

Satu lagi mobil hatchback atau si bungkuk yang saat ini pengembangannya terus dilakukan untuk mendapatkan titik maksimal. Si mobil hibrida hatchback itu mengadopsi mesin berkapasitas 160 cc.

Mobil Texmaco Macan MPV

Macan, Kendaraan sejenis MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT. Texmaco, dengan menggandeng Mercedes Bens PT. Texmaco mengeluarkan kendaraan ini, dan satu unit prototype sudah dipamerkan di arena pekan Raya Jakarta pada pertengahan tahun 2001

Mobil Super Irit UGM Ingin Saingi Prancis

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat terobosan di bidang otomotif dengan meluncurkan "Semar". Ini adalah mobil irit yang dirancang bisa menempuh jarak 1.000 kilometer dengan satu liter bensin.

Mobil itu akan ditingkatkan lagi untuk menyaingi mobil Prancis. Menurut Suhanan, rekor jarak terjauh dengan 1 liter bensin dipecahkan mahasiswa Prancis, karena dengan 1 liter bisa menempuh jarak 3.700 kilometer. Microjoule -- nama prototipenya -- mampu menempuh sekitar 3.794 kilometer per liter.

Kendaraan ini akan diikutkan dalam "Shell Eco-Marathon" (SEM) Asia 2010 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-11 Juli 2010, yang merupakan ajang pendidikan untuk memotivasi kreativitas dan inovasi mahasiswa menjawab tantangan di bidang kelangkaan energi pada masa depan dengan menciptakan kendaraan yang dapat menempuh jarak terjauh dengan BBM seminimal mungkin.

Keikutsertaan UGM Yogyakarta merupakan yang pertama kali bersama tiga perguruan tinggi lain, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) , Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di SEM Asia 2010.

Tim Semart terdiri atas 15 mahasiswa Fakultas Teknik UGM dengan koordinator Teofilus Hartono. Mereka dibimbing sejumlah dosen, antara lain, Dr Jayan Sentanuhady (mesin/prime power), Dr Alva Edy Tantowi (desain), dan Dr Suyitno (struktur).

Bentuk mobil "Semar" memang mirip kendaraan balap formula. Pengemudi duduk setengah berbaring dengan bobot tidak boleh melebihi 50 kilometer, sehingga yang bisa mengemudikan hanya perempuan, karena susah mencari pria berbobot kurang dari 50 kilogram.

Namun, efiesiensi yang dimiliki mobil itu mempunyai efek samping, karena hanya bisa berjalan maksimal dengan kecepatan 35 kilometer per jam. Artinya untuk menempuh perjalanan dari Anyer-Panarukan yang berjarak 1.000 km per liter membutuhkan waktu sekitar 30 jam. Hal ini bukan merupakan prestasi maksimal, kata Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Suhanan.

Tim menjelang lomba akan mengupayakan agar kendaraan lebih ringan, yakni tidak lebih dari 20 kilogram. "Semar" didesain menggunakan dua roda berpenggerak di belakang dan satu steering roda depan. Penggerak pemula adalah mesin 4 tak berselinder tunggal dengan kapasitas 25 cc, yang diaplikasikan dengan sistem injeksi yang bisa diprogram.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi mengatakan, pembuatan "Semar" adalah contoh rintisan terpuji dalam perjalanan mahasiswa calon pemimpin bangsa di bidangnya yang berambisi mengabdi untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

"Partisipasi di SEM Asia 2010 sesuai dengan salah satu visi dan misi UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia menuju perguruan tinggi Tri Dharma yakni kampus kerakyatan, kampus sosiokultural, dan universitas riset," katanya.

Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengatakan, SEM Asia 2010 memberikan kesempatan kepada generasi muda yang tertarik dengan teknologi, energi, dan transportasi sebagai sebuah wadah yang unik untuk menampilkan inovasi mereka.

"Kami bangga Tim Semart UGM sebagai salah satu dari sembilan tim dari Indonesia yang akan berlaga di SEM Asia 2010 sudah meluncurkan kendaraannya. Kami berharap kesembilan tim dari Indonesia, yakni UGM, ITS, UI, dan ITB dapat unjuk gigi dan berprestasi di tingkat internasional," katanya.

Ajang SEM baru pertama kali diselenggarakan di Asia. Ajang ini sudah digelar 25 tahun di Eropa dan kawasan Amerika. Even ini akan diikuti 111 tim dari 12 negara di Asia. Untuk setiap tim Indonesia, Shell mendukung dana 2.000 ribu dolar AS untuk pembuatan mobil, sedangkan akomodasi tim sebesar 2.250 dolar AS.

Mobil irit ini terbuat dari bahan ringan, yakni campuran fiber. Mobil ini juga dirancang memiliki bentuk yang mengurangi koefisien hambatan angin. Bentuknya seperti mobil balap Formula 1.

"Struktur rangka dari kendaraan `Semar` menggunakan kombinasi pelat dan profil almunium yang didesain sedemikian rupa sehingga berat dan struktur bodi tidak lebih dari 25 kilogram," kata pembimbing Tim Semart UGM, Jayan Sentanuhady, RAbu 17 Maret 2010, seusai menguji coba kendaraan itu dari University Club (UC) UGM Bulaksumur ke kawasan Malioboro Yogyakarta .

Kendaraan ini memiliki panjang total 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, dan lebar 0,88 meter yang didesain dengan tiga roda berpenggerak di roda belakang dan steering roda depan.

Sebagai penggerak permulaan digunakan mesin 4 tak bersilinder tunggal dengan kapasitas 25 cc yang mengaplikasikan sistem injeksi yang dapat diprogram. Dengan sistem itu diharapkan konsumsi bahan bakar dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan riil.

Dengan konsep itu, "Semar" dapat melaju dengan konsumsi bahan bakar seminimal mungkin, sehingga menjadi kendaraan ramah lingkungan, karena dengan jarak tempuh 1.000 km hanya mengonsumsi BBM 1 liter bensin. Ini berarti jarak tempuh antara Anyer-Panarukan hanya menghabiskan 1 liter BBM, kata Jayan.

Marussia B2, Jati Diri Supercar Rusia

Rusia akhirnya bisa menunjukkan jati dirinya melalui sebuah supercar. Marussia telah membuktikan dirinya sebagai produsen supercar pertama di Rusia yang menghadirkan sebuah mobil super yang diberi nama B2.

B2 memiliki mesin yang mampu memproduksi tenaga mencapai 414 bhp, dengan bobot kendaraan hanya 1.100 kg. Sehingga, kecepatan 0-100 km per jam bisa dicapai dalam waktu 3,2 detik, dengan kecepatan puncak lebih dari 250 km per jam.

More

Friday, March 12, 2010

Melongok industri otomotif buatan Sulawesi

PT Bosowa Nusantara Motor, membuat motor bekerjasama dengan Hyosong Motors & Machinery Inc, Korsel.

Tuesday, March 9, 2010

Bleach Wallpaper #3

wallpaper

wallpaper

Download Free Wallpapers, redit card debt solutions, consolidate credit card debt, credit card debt assistance, credit card debt help, credit card debt consolidation, credit card debt reduction, credit card debt solution, pay credit card debt, pay off credit card debt, reduce credit card debt, credit card debt counseling, credit card debt law, reducing credit card debt, credit card debt negotiation, paying off credit card debt, credit card debt calculator, settling credit card debt, credit card debt consolidation loans, credit card debt loan, unsecured credit card debt consolidation, bad credit card debt, credit card debt debt consolidation, credit card debt services, credit card debt consolidation loan

Bleach Wallpaper #2

wallpaper

wallpaper

Download Free Wallpapers, redit card debt solutions, consolidate credit card debt, credit card debt assistance, credit card debt help, credit card debt consolidation, credit card debt reduction, credit card debt solution, pay credit card debt, pay off credit card debt, reduce credit card debt, credit card debt counseling, credit card debt law, reducing credit card debt, credit card debt negotiation, paying off credit card debt, credit card debt calculator, settling credit card debt, credit card debt consolidation loans, credit card debt loan, unsecured credit card debt consolidation, bad credit card debt, credit card debt debt consolidation, credit card debt services, credit card debt consolidation loan

Bleach Wallpaper #1

wallpaper

wallpaper

Download Free Wallpapers, redit card debt solutions, consolidate credit card debt, credit card debt assistance, credit card debt help, credit card debt consolidation, credit card debt reduction, credit card debt solution, pay credit card debt, pay off credit card debt, reduce credit card debt, credit card debt counseling, credit card debt law, reducing credit card debt, credit card debt negotiation, paying off credit card debt, credit card debt calculator, settling credit card debt, credit card debt consolidation loans, credit card debt loan, unsecured credit card debt consolidation, bad credit card debt, credit card debt debt consolidation, credit card debt services, credit card debt consolidation loan

Sunday, March 7, 2010

Mobil Hibrida Rekayasa Indonesia, Seharga Rp 50 Juta

Pada acara Eco Products International Fair, yang berlangsung dari 4–7 Maret lalu, ternyata ada hal yang cukup menarik di bidang otomotif tetapi kurang mendapatkan perhatian, yaitu mobil ramah lingkungan karya putra-putri bangsa Indonesia. Keduanya, mobil hibrida dan listrik di stan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kedua mobil tersebut kurang begitu menarik perhatian karena salah satunya adalah Kijang Super keluaran awal 1990-an, dan satu lagi hatchback kecil. Hanya saja, tulisan di samping mobil itu cukup menarik bagi orang-orang tertentu. Pada Kijang Super ditulis “The 1st Electric Car Conversion”. Sedangkan satu lagi “The 1st Hybrid Elecric Vehicle”. Menariknya lagi, mobil hibrida ini kalau dibikin secara massal, ongkos produksinya diperkirakan Rp 50 juta.

Kedua mobil ditemui secara kebetulan karena sebagian wartawan menunggu acara pengumuman pemenang Toyota Eco Youth dengan panggung berada di depan stan LIPI. Bila tidak, bisa saja terlewatkan.

Berdasarkan keterangan Humas LIPI yang bertugas saat itu, Mustari, kedua mobil ini direkayasa oleh LIPI Bandung, yang menangani masalah instrumentasi dan mekatronika.

Tipe seri
Tentu saja menarik, di saat mobil hibrida lagi nge-tren di dunia saat ini, muncul karya asli buatan Indonesia. Sebuah hatchback kompak dengan penampilan secukupnya. Sayang, ketika diminta detail dimensinya, Mustari mengaku tidak mempunyai.

Hanya dijelaskan, mobil ini dilengkapi dengan generator dengan mesin 160 cc di belakang, sedangkan baterai di depan. Fungsi mesin untuk mengisi baterai. Selanjutnya mobil dijalankan oleh baterai. Tepatnya, mobil hibrida yang dicoba diteliti oleh LIPI adalah tipe seri. Artinya, mobil digerakkan oleh motor listrik.

Dari spesifikasi sumber penggerak dijelaskan, mobil ini menggunakan motor listrik 2-fasa dengan tegangan 72 volt, arus AC. Tenaga maksimum yang bisa dihasilkan 43 PS pada putaran 7.500 rpm. Sedangkan torsi 129 Nm. Sistem kontrol 72 volt/550 ampere.

Untuk baterai, memang bukan lithium-ion. Namun, paketnya adalah 72 volt/220 Ah. Mobil dilengkapi dengan charger 72V/25 ampere. Menurut Mustari, kemampuan mobil ini untuk dikebut 70 km/jam.

Interior mobil ini sangat sederhana dan tampaknya dikerjakan oleh mereka yang bukan ahli di bidangnya. Ini bisa dilihat dari jahitan trim interior, baik jok, setir, dan dashboard. Bahkan ketika pintu coba dibuka-tutup, tidak seperti kondisi mobil yang dijual di pasaran.

Menurut Mustari, mobil hibrida yang dikerjakan dengan trail and error menghabiskan dana Rp 200 juta. “Kalau dibikin secara massal, harganya bisa Rp 50 juta, seperempat harga penelitian,” jelasnya. Kondisinya tanpa AC dan perlengkapan hiburan serta kemudahan pengemudi atau penumpang lainnya.

Dijelaskan pula, mobil ini mulai dikerjakan LIPI sejak tahun lalu dan lebih diutamakan untuk mendalami sistem penggeraknya. “Kita coba memamerkan, siapa tahu ada perusahaan yang ingin memanfaatkan, melakukan investasi membuat mobil hibrida rekayasa ahli kita,” jelas Mustari.

Baterai
Achmad Rizal, Marcomm PT TAM, insinyur lulusan ITB, ketika diminta komentar tentang mobil hibrida dan listrik LIPI ini mengatakan, secara pribadi pengembangan yang dilakukan oleh LIPI ini kurang pas. “Kalau mau mengembangkan teknologi, coba bikin baterai. Pengembangan yang banyak dilakukan perusahaan sekarang ini fokus pada baterai,” tegasnya.

Dijelaskan, komponen seperti motor listrik, sistem kontrol (elektronik), dan lainnya tidak menjadi masalah. "Coba kalau dibikin baterai yang bisa diisi dengan cepat, ringan, dan kemampuan menyimpan energi tinggi, dipastikan akan dicari bukan hanya oleh produsen mobil, juga oleh gadget elekronik,” komentar Rizal.

Friday, March 5, 2010

Russia unveils 20-billion-dollar plan to save car industry

The government unveiled a plan to invest almost 20 billion dollars over the next decade to transform the embattled Russian car industry into a major global player.

Some 584 billion rubles (19.6 billion dollars) of state funds will be invested in the car industry to 2020, Industry Minister Viktor Khristenko said after a cabinet meeting chaired by Prime Minister Vladimir Putin.

"Our end goal is to have in this country a modern auto industry which includes the whole supply chain up to the end product," Putin said, according to a transcript of his remarks on the Russian government's website.

"We need to work hard to make the national auto industry more competitive," he added.

Russia's auto market, before the global financial crisis considered to have the best growth prospects in Europe, shrunk 49 percent in 2009. It has begun to stabilise but in January, it was still down 37 percent compared with a year earlier.

Worst hit by the crisis has been Russia's biggest carmaker Avtovaz, builder of the Lada car and employer of more than 100,000 people, which officials admit has been pushed to the brink of bankruptcy by the crisis.

Putin praised Russia's success in attracting virtually all the world's top auto manufacturers to invest in the country and manufacture their brands at Russian plants.

Including investment by foreign auto companies, the government expects a total of up to 1.2 trillion rubles (40 billion dollars) to be invested in the auto industry by 2020, Khristenko said.

Wednesday, March 3, 2010

Mobil Murah Sejagat Kini Bertenaga Listrik

Meski lebih dikenal sebagai mobil paling murah sejagat, Tata Nano sepertinya masih bisa mengikuti tren dunia sekarang ini. Karena meskipun berharga murah, Nano ternyata masih mampu menunjukkan inovasi teknologinya.

Hal tersebut Nano buktikan di ajang Geneva Auto Show yang saat ini sedang berlangsung.

Di ajang yang dimeriahkan oleh kelahiran lebih dari 100 mobil baru itu, Tata seolah tidak mau kalah dengan pabrikan-pabrikan besar lain dalam menunjukkan teknologi yang mereka miliki dengan memperkenalkan Tata Nano yang digerakan oleh tenaga listrik, bukan bensin seperti mobil konvensional lain.

Secara fisik, memang tidak banyak yang berubah di mobil India itu, tetap mungil. Nano versi listrik ini masih mampu berakselerasi dari 0-60 km/jam dalam waktu kurang dari 10 detik.

"Listrik akan menjadi bagian integral dari inisiatif kami untuk meluncurkan kendaraan ramah lingkungan. Indica Vista EV yang akan diperkenalkan di beberapa negara Eropa, mulai tahun ini bisa jadi contoh. Dan kami akan memperkenalkan kendaraan listrik di semua pasar yang lebih relevan," ujar Vice Chairman Tata Motors Ravi Kant di sela-sela gelaran Geneva Motor Show seperti detikOto kutip dari autoevolution, Kamis (4/3/2010).

Tata Nano versi listrik ini sendiri memang menggunakan platform tenaga dari baterai lithium ion yang sama dengan yang digunakan oleh Tata Indica Vista EV yang masih menjadi satu-satunya kendaraan listrik di lineup Tata saat ini.

Negara pertama yang akan dijajah oleh Nano listrik ini adalah Inggris dan negara-negara di Skandinavia.

Namun anehnya, kampung halaman Nano, India, ternyata tidak masuk dalam daftar negara yang akan dijajah mobil listrik mungil ini. Sehingga rakyat India sepertinya harus berpuas diri dengan Nano 'biasa' yang menggunakan mesin konvensional dengan bahan bakar bensin.

Padahal Eropa, selain akan dimasuki oleh Nano listrik sekitar 3 tahun lagi ternyata juga menjadi target utama pemasaran Nano bensin yang rencananya akan dikeluarkan tahun depan.

Mobil mewah Bufori Geneva tidak dujual di eropa dan Amerika

Pendiri dan pemilik Bufori, Anthony Khouri menyebutkan bahwa ia dan kedua saudaranya George dan Gerry telah begitu jatuh cinta dengan salah satu kota di Swiss, yakni Jenewa.

Mereka pun sepakat untuk memberi nama mobil mewah mereka sesuai dengan nama ibukota Swiss, Jenewa pada mobil sedan baru mereka.

Seperti dilansir dari siaran pers Bufori, Kamis (4/3/2010), produsen mobil yang berbasis di Malaysia ini secara resmi mereka menamakan sedan mewah terbaik yang pernah diciptakan Bufori sebagai Bufori Geneva, yang juga dipamerkan dalam gelaran Geneva Motor Show.

Bufori Geneva didukung mesin berkapasitas 6,1 liter V8, menghasilkan tenaga yang mengesankan 430 hp dan torsi 586 Nm. Akselerasi 0-100 kilometer per jam di bawah 6 detik, dengan kecepatan tertinggi lebih dari 260km per jam.

Ini yang paling menarik, ketika kita melongok bagian interiornya. Tim desain interior telah mengupayakan untuk menciptakan suasana santai, dengan mengkombinasikan bahan-bahan tradisional dan modern seperti kulit dan kayu.

Ruang interior dipenuhi dengan cahaya alami, diperkuat oleh Sunroof opsional dan dilengkapi dengan pencahayaan suasana hati yang terintegrasi. Kabinnya pun tidak hanya sekedar ada mini bar atau kulkas saja.

Tapi Bufori Geneva lebih jauh menawarkan beberapa fitur unik termasuk instan tea set dengan dispenser, alat pembuat kopi Espresso, cool box & mini bar untuk
champagne, kotak cerutu, bahkan brankas penyimpanan uang dan benda berharga.

Belum lagi urusan entertaiment, dimana fitur dan sistem multimedia komprehensif berdefinisi tinggi memberikan surround sound dan pilihan 1, 2 atau 3 monitor layar sentuh.

Begitu juga untuk urusan keamanan, dimana Geneva memiliki rangka semi monocoque state-of-the-art Hybrid Carbon Fibre dan Kevlar, yang lebih kuat dari baja, ringan dan pemeliharaan minimum untuk seumur hidup.

Anti Lock Braking System, Electronic Brake-force Distribution, Brake Assist, Traction Control, Steering Angle Control dan Adaptive Cruise Control dimasukkan
untuk memberikan rasa lebih menyenangkan dan aman berkendara.

Juga ada Night Vision Thermal Imaging kamera. Jika diaktifkan, siang atau malam, fitur keamanan ini mendeteksi pejalan kaki dan benda hingga 300 meter jauhnya dan menampilkannya di layar.

Setiap satu unit Bufori Geneva melewati 24 tahap pengerjaan, yang dilakukan oleh 6.000 pekerja. Sehingga, meskipun Bufori memiliki kapasitas produksi hingga 300 unit, namun Geneva hanya akan diproduksi 60 unit saja.

Namun, anda tidak akan melihat Geneva di Amerika, karena Bufori akan memfokuskan penjualan Geneva di sekitar Asia Tenggara, Timur Tengah, China dan India.


Tuesday, March 2, 2010

Indonesia's Arina, ESEMKA or GEA manufacturer should join D8's common brand car

This momentum should be used by Indonesia to establish its own car plant since the joint venture of D-8 car will be establish by common capital by the member states.

The developing eight countries (D8) agreed to jointly produce a car under a common brand name, the D8 automotive specialized working group chairman said here on Monday.

The Moj news agency quoted Mohammadreza Roshani-Moqaddam as saying that the D8 member states currently produce around 5 percent of cars in the world.

Iran, Bangladesh, Egypt, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, and Turkey are the D8 member states which took part in the 5th meeting of working groups on industrial cooperation in Tehran from February 28 to March 1.

“The D8 would be a suitable market for the car,"" the official said adding, the produced car could even be exported to other countries.

“Since Iran, Turkey, and Malaysia are the only member countries that have car manufacturing factories, the common brand car will be designed by these three,” he explained.

According to him, economic justification studies will be completed in 6 months and the plan will be followed up in the next D8 meeting in Istanbul.

Following the “Conference on Cooperation for Development”, on October 22, 1996, and after a series of preparatory meetings, the establishment of D8 was announced officially by the Summit of Heads of State in Istanbul, on June 15, 1997.

The objectives of D8 are to improve developing countries' positions in the world economy, diversify and create new opportunities in trade relations, enhance participation in decision-making at the international level, and provide better standards of living..
Privacy Policy for http://industri-car.blogspot.com/

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at tattoo.tattoo.12345@gmail.com.

At http://industri-car.blogspot.com/, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://industri-car.blogspot.com/ and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, http://industri-car.blogspot.com/ makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
http://industri-car.blogspot.com/ does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://industri-car.blogspot.com/.
.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to http://industri-car.blogspot.com/ and other sites on the Internet.
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....
Google Adsense


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://industri-car.blogspot.com/ send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

http://industri-car.blogspot.com/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://industri-car.blogspot.com/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.